May262012

Yang gua sebut sahabat…

Lagi-lagi X MM, yang emang sepanjang tahun ini gak pernah berhenti ngasih hal menarik buat gua.

Sahabat-sahabat pertama gua di kelas ini: Endah, Tessa, Dessy, Sabeth, NS.

Endah, yang gua ngefans banget ama dia, cerdasnya, kreatifnya, dan produktivitasnya. Tessa, yang jiwa sosialnya tinggi, selalu siap-sedia ngebantu orang, yang kupingnya selalu tersedia buat anak-anak yang mau curhat, rela berkorban, dan punya kecerdasan interpersonal. Dessy, satu-satunya yang gua kasih tau tentang akun siapa yang gua pake buat mantau perkembangan temen-temen gua selama periode Desember 2010-Maret 2011 dan Mei 2011-Oktober 2011, pernah jadi temen sebangku yang nyaman buat gua, yang gak gua lupa: sepanjang hari ulangtahun gua ke 15, sejak masuk kelas hingga istirahat, dia selalu ada di samping gua, tapi sempet-sempetnya ngebubuhin tanda tangan di kado spesial X-MM. Gua bingung berat kapan dan bagaimana dia ngebubuhin tanda tangan ini sedang dia selalu di samping gua sepanjang hari. Dan Sabeth, bahagia banget sebangku ama dia, ceriwis, jujur, periang, rame, mau berusaha, pemimpi. NS, cantik, pinter, baik, lucu, dan gua rasa… dialah yang paling tau siapa gua di X-MM.

Ini bahkan belum sepertiga dari waktu yang diperkirakan bakal gua laluin bareng X-MM. Empat puluh jam per minggu, semoga gak sedetikpun gua menyesalinya. 

May252012

Tuhan, 

aku cemburu pada perempuan itu, lagi. Jangan biarkan dia mencintaiMu lebih dari aku… buat aku lebih darinya, Tuhan…

May232012

And I keep wondering, wondering, wondering;

when will my life begiiin~

(via hellyeahtangled)

5PM

She wears high heels, I wear Swallow…..

:”’(

May192012
barbiemovies:

Some of the castles in Barbie Movies. Can you guess which movies they’re from?
My personal favorite has to be the Island Princess one.



Sepertinya favorit saya itu istananya Barbie 12 Dancing~

barbiemovies:

Some of the castles in Barbie Movies. Can you guess which movies they’re from?

My personal favorite has to be the Island Princess one.

Sepertinya favorit saya itu istananya Barbie 12 Dancing~

(via fybarbiemovies)

1PM

….

Gadis itu menoleh saat ada seseorang bicara di belakangnya. Ia kaget ketika menyadari orang itu…. seorang ibu yang pernah ia kenal, manis, berambut sebahu dan berkulit sawo matang, dengan postur tubuh yang berisi. Ia kenal…

Tapi ibu itu tidak bicara padanya. Ibu itu bicara pada seseorang yang lain, yang tampak asing di mata gadis itu.

Ibu itu…. Lama gadis itu tak melihatnya lagi…

“Ta, kamu mau lanjut kemana?”

May122012

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku mulai doa ini, puja agungmu di tiap inci langit dan bumi, syukuri nikmatmu di tiap desah napas dan denyut nadi.

KepadaMu aku bersujud, kepadaMu aku mengemis. Lagi, aku meminta. Dengarkan aku, Wahai yang Maha Mendengar, aku mengemis padaMu. Karena tidak ada kekuatan selain kekuatanMu, la haula wala quwwata illabillah. Untuk orang yang sama, seperti waktu itu.

Hentikan apapun yang perihkannya, Tuhan. Dekap ia dengan berkah dan lindunganmu. Pendarkan baginya kebaikan, dan redupkan keburukan. Jauhkan segala keburukan dan yang sudah dan akan dekati dia.

KepadaMu aku memohon, dan kepadaMu aku bergantung. Kabulkan, Wahai yang Maha Kuasa.

Aamiin.

5PM

Dan semoga dia yang terbaik diantara kami bersama saya.

May42012

Memoar Shafiyyah - Teologi

Savhia. Gadis itu menarik. Namanya mirip-mirip denganku. Memiliki rambut sama seperti rambut Dita, tapi dengan garis muka yang benar-benar Eropa. Cerdas, efisien, dan tegar. Tipe wanita karir sejati.

Kami duduk berdua menikmati sore di sebuah taman kota. Bukan suasana yang cukup indah memang, mengingat berada di kota yang kata dunia sangat berpolusi. 

“Kalau saya boleh tau, apa agama Anda?” aku membuka topik baru. Lelah membicarakan terus tentang Dita, apalagi dengan orang seperti Savhia, sedang kupikir itu sudah sangat basi. Membicarakan  tentang agama, teologi, rasanya akan menjadi diskusi menyenangkan. 

“Saya Atheis,” jawab Savhia, “Hidup bebas tanpa terkekang ritual agama dan peraturan-peraturannya. Dan Anda, bagaimana rasanya menjadi muslim?”

Aku tertegun. Bagaimana rasanya menjadi muslim? Duh, dua puluh tahun lebih aku menggenggam status muslim, dan baru tiga mingguan ini aku merasakan seutuhnya bagaimana menjadi muslim…

“Damai dan tenang, menurut saya,” jawabku, “Ini agama paling sempurna kan. Dan Anda sebagai penganut Atheisme, tidakkah hidup Anda sepi?”

“Kenapa sepi?”

“Tentu saja, Anda kan hidup tanpa Tuhan. Kepada siapa Anda menangis? Apa ada yang selalu siap sedia menemani Anda?”

Savhia tertawa. “Hidup saya bergulat dengan iptek dan ekonomi, Fiyyah. Saya tidak menangis. Dan soal teman? Disini sudah ada internet. Hampir segala hal bisa kau lakukan dengannya. Untuk apa meyakini hal yang terlalu absurd?”

Meyakini hal yang terlalu absurd. Seperti keberadaan Tuhan. Emosi dan pikiran manusia juga absurd. Tapi orang-orang meyakininya kan. Memberi nama pada masing masing emosi: marah, senang, sedih. Juga pada pikiran: ide, motivasi, dorongan, dan lainnya. 

Tapi aku tidak berkata begitu. Aku balik bertanya. “Apa hal-hal itu cukup untuk mengisi hati Anda? Tak adakah ruang hampa atau yang semacam itu?”

Mengatakan ini, aku ingat bulan-bulan dimana aku menjauhi Tuhan. Dimana aku terlalu egois dan angkuh untuk berdoa padaNya, terlalu malu dan gengsi untuk akui kalau hanya kepadaNya aku pantas mengemis.

“Saya tak punya waktu untuk mempedulikan ruang hampa, Fiyyah,” jawabnya lembut penuh keyakinan, “Banyak hal yang lebih berguna daripada mengisi ‘ruang hampa’ yang Anda maksud itu dengan ritual keagamaan, seperti meliput berita, menganalisis kondisi saham, mendesain model komputer dan mobil, mempelajari klasifikasi unggas, dan yang semacam itu.”

“Anda mengingkari apa yang Anda butuhkan, taukah Anda?” pancingku. “Anda mengabaikan ruang hampa itu hanya karena Anda terlalu bodoh untuk mengisinya dengan keberadaan Tuhan.”

Dia tidak tersinggung kukatakan bodoh. Kupikir dia sudah menyiapkan argumen yang baik.

“Terserah Anda,” dia mengangkat bahu, menyibakkan rambut panjangnya. “Kalau saya beranggapan Tuhan benar-benar ada pun, saya akan bingung sekali. Ada ratusan Tuhan yang disembah oleh umat manusia di dunia ini. Para Muslim menyembah Allah, para Kristen menyembah Yesus, orang Yunani memuja para dewa, orang Jepang menyembah matahari, dan banyak lagi. Mana Tuhan yang paling benar diantara mereka?”

“Bagi saya, tentu Allah. Siapa lagi?”

“Itu karena Anda muslim. Kalau Anda seorang Kristian, Anda akan menganggap Tuhan yang sesungguhnya adalah Yesus. Bukankah begitu?”

Aku hampir saja kehabisan kata-kata saat sebaris kalimat yang pernah kubaca melintas: pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. Al Maidah ayat 3.

“Di kitab kami, Allah menuliskan bahwa ini adalah agama yang sempurna.”

“Di kitab agama lain juga begitu, kan? Setiap agama mendukung paham mereka. Anda tau itu.”

“Memang,” sambutku, “Tapi saya tidak mendukung paham agama saya dengan begitu saja. Saya harus memastikan ini paling benar diantara yang lain sebelum saya sungguh-sungguh meyakininya.”

“Saya tertarik mendengarkan alasan Anda, kalau Anda bisa menjabarkan,” Savhia tersenyum. Aku membalasnya.

“Pastikan logika Anda ada di tempatnya dan otak Anda tidak berada di dengkul. Saya akan menjelaskan dengan senang hati.” 

“Sesuai syarat, dan telinga saya terpasang dengan baik.”

Gak sabar nulis kelanjutan bagian ini. Tadinya mau di satu posting sekalian, tapi takut kepanjangan B)

May22012

Taukah kau lagu apa itu? Lagu itu adalah anyaman harap, untaian puisi, decak kagum, dan sepotong nama yang didenyutkan nadi, melantun selama lebih dari setengah dasawarsa.

6PM
“Saya senang membuat orang kagum pada saya karena kejutan yang saya perlihatkan padanya.” Shafiyyah Aida
6PM

Memoar Shafiyyah - Erat

  • Dita: "Kita akan selalu bergandengan ya. Sama eratnya."
  • Shafiyyah: "Tidak mau. Aku harus menggandengmu lebih erat daripada kau menggandengku."
  • Dita: "Kenapa begitu? Itu nggak adil. Kau yang lebih lemah dariku, jadi kau tidak bakal bisa melindungiku lebih dari aku melindungimu."
  • Shafiyyah: "Menggandeng kan bukan berarti melindungi. Menggandeng bisa jadi bergantung dan meminta perlindungan. Itu sebabnya aku ingin menggandeng lebih erat."
  • Dita: "Selalu egois ya."
  • Shafiyyah: "Seperti yang kau tau."
6PM

Hai kau yang tau banyak tentangku tanpa kuberi tau.

Kita saling tersenyum, menyapa, dan tertawa kalau bertemu ya. Tapi saat kita jauh, kita sama-sama saling menikam dari belakang. Kau tau bagaimana teknik tikamku dan aku juga tau bagaimana teknik tikammu. Kita tau kita saling tau satu sama lain tanpa saling cerita.

Hai kau yang tau banyak tentangku tanpa kuberi tau.

Bagaimana bisa kita saling mendukung di depan padahal kita saling tau kita akan saling menjatuhkan di belakang?

MM1

April222012

Mirah dari Marunda - Asni dalam Tahanan

Diadaptasi dari cerita rakyat Betawi, Mirah dari Marunda. Cuma cuplikannya, adegan waktu si pesilat Asni masuk penjara karena difitnah.

“Bebaskan aku,” lirih Asni, “Aku sudah bersumpah kalau aku bukan pelakunya.”

Lelaki gendut itu, sipir penjara kumuh itu menoleh. 

“Bebaskan aku,” tegas Asni, “Karena aku sudah bersumpah kalau aku bukan pelakunya. Dan karena aku mau memberimu jaminan.”

Salah satu alis lelaki gendut itu terangkat mendengar Asni punya jaminan.

“Aku akan mencari pencuri yang sebenarnya sampai ketemu. Aku berjanji.”

Ia tampak berpikir mendengar janji Asni. 

“Katakan pada bos Cina perlentemu itu. Aku berjanji akan menemukan pencuri yang sebenarnya.”

Lelaki gendut itu tersenyum. Dia menegakkan diri dan bangkit dari bangkunya.

“Pegang janjimu.”

dan Asni melihat lelaki itu membuka pintu kantor kepala, tempat Cina perlente yang memiliki kuasa atas para tahanan duduk bersantai.

April202012
“Mereka para penganut agama memang sering terlihat konyol. Mereka melakukan serangkaian ritual dan menganggap ada hal-hal yang tak terlihat, itu memang membuat mereka terlihat bodoh. Tapi jauh lebih bodoh mereka yang tidak menganut agama sama sekali, hidup tanpa aturan seperti binatang.” Shafiyyah Aida R.
← Older entries Page 1 of 8